Menu

Mode Gelap

Daerah · 30 Jun 2022 21:18 WIB

Kementerian PPPA RI Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Tanggamus

badge-check

Jurnalis


Kementerian PPPA RI Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Tanggamus Perbesar

Tanggamus, lampungheadlines.com – Asisten Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Eni Widianti, Melaunching Langsung Pelatihan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kabupaten Tanggamus. Acara berlangsung di SDN 1 Pekon Tanjung Jati Kecamatan Kotaagung Timur. Kamis (30/6/2022)

Hadir juga dari Dinas PPPA Provinsi Lampung Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Reni Maysari, beserta Jajaran, Asisten Bidang Administrasi Jonsen Vanisa mewakili Bupati Tanggamus, Kadis PPPA Dalduk dan KB Hardasyah, Kadis PMD Arpin, Camat Kotim Kuroisin, Camat Kotaagung Erlan Deni Saputra, Kepala Pekon Tanjung Jati Asiah, Kepala Pekon Kusa Katrino Fiarsih, Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Pekon Tanjung Jati dan pekon kusa, anggota kewirausahaan perempuan Pekon Tanjung Jati dan pekon kusa.

Kegiatan tersebut diawali dengan Sosialisasi Rembuk Pekon, kemudian besoknya Pelatihan Relawan Sapa, dan Pelatihan Kewirausahaan Berspektif Gender dan berlangsung selama tiga hari.

Asisten Bidang Administrasi Jonsen Vanisa mewakili Bupati Tanggamus, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada kementerian pemberdayaan perempuan dan anak RI yang telah menginisiasi dan mendeklarasikan gerakan peningkatan keterlibatan perempuan, melalui desa ramah perempuan dan desa peduli anak di seluruh Indonesia, dimana saat ini yang menjadi proyek percontohan ( Pilot Project) adalah pokok Tanjung Jati dan pekon Kusa.

Kegiatan pengembangan desa ramah perempuan dan desa peduli anak yang di laksanakan di Kabupaten Tanggamus, diharapkan menjadi salah satu prioritas pembangunan kedepan yang akan mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan anak, menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis rumahan, sehingga ibu rumah tangga memiliki otonomi dalam pendapatan rumahan, serta berharap mereka dapat memastikan anaknya mendapat gizi yang baik dan turut menurunkan pekerja anak.

” Dalam perspektif kepemimpinan wilayah di Kabupaten Tanggamus beberapa wilayah administratif diketahui dipimpin oleh kaum perempuan termasuk dua Pekon yang menjadi pilot project kita yaitu bekon Tanjung Jati dan pekon kusa dipimpin oleh perempuan dan 3 pejabat Srikandi kita menjadi Camat. Belum lagi ada 9 pejabat perempuan yang menjadi kepala opd seperti inspektur Kepala Dinas Kepala Badan dan Kabag,”Jelas Jonsen.

” Untuk itu Bupati Tanggamus meminta, sebagai perempuan harus terus memiliki semangat perjuangan sebagai ibu-ibu di pemerintahan, harus terus semangat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tanggamus, serta berkomitmen untuk melaksanakan program desa ramah perempuan dan desa peduli anak,”Ucap Asisten III tersebut.

Sementara itu, Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Provinsi Lampung Reni Maysari, turut mengatakan bahwa Desa ramah perempuan dan peduli anak merupakan model desa yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak RI, dan bekerjasama dengan Kementerian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, untuk dapat menjawab lima arahan-arahan Bapak Presiden RI yang dimulai dari tingkat desa, yakni
1) Peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan berspektif gender. 2. Peningkatan peran ibu keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak

Serta, ke 3. Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak 4. Penurunan pekerjaan anak 5. Pencegahan perkawinan anak. Selain itu juga untuk mewujudkan lima arahan Presiden, desa Ramah perempuan dan peduli anak juga diharapkan dapat memperkecil kesenjangan gender, serta meningkatkan peran aktif perempuan terutama dalam bidang politik, pengambilan keputusan dan ekonomi.

” Saya mengharapkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Tanggamus, khususnya Pekon Tanjung Jati dan Pekon Kusa, untuk bersama sama berkomitmen dalam mendukung dan mengawal serta mensukseskan program ini, tidak hanya sekedar seremonial semata tetapi juga harus berkelanjutan,sebab program ini merupakan hal yang cukup penting,”terangnya.

Sementara Asisten Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Eni Widianti, di hadapan awak media menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan desa ramah perempuan peduli anak, melalui sosialisasi, advokasi dan diawali dengan rembuk desa. Dan seluruh Indonesia ada 132 desa sebagai percontohan di tahun 2022, ada 10 indikator yang menjadi rujukan dan 5 indikator ini merupakan arahan langsung Presiden RI dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak.

” Pesan saya mewakili kementerian untuk Kabupaten Tanggamus bahwa hal ini tidak bisa di wujudkan oleh perorang, namun harus secara bersama-sama, teruslah berkomitmen jangan hanya berkomitmen di atas kertas, harus dilaksanakan sesuai kesepakatan dalam mewujudkan desa ramah perempuan peduli anak ini, agar kita dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan yang berkualitas dengan adanya kesetaraan gender,”Pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 154 kali

Baca Lainnya

Desa Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Awasi Pemilu 2024

6 Juli 2024 - 14:05 WIB

Dilantik, 24 Petugas Pantarlih Kuripan Siap Coklit Pilkada

25 Juni 2024 - 12:14 WIB

PJ Bupati Buka Konsultasi Publik KLHS RTRW Kabupaten Tanggamus 2024-2044

20 Juni 2024 - 14:24 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Tanggamus Laksanakan Tanam Pohon di Pugung

15 Juni 2024 - 09:48 WIB

Pemkab Tanggamus dan PGE-Area Ulu Belu Gelar Restorasi Lahan Kritis di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

14 Juni 2024 - 08:27 WIB

Oknum ASN Kesbangpol Provinsi Lampung dipolisikan, akibat aniaya pasutri.

11 Juni 2024 - 21:18 WIB

Trending di Daerah