Menu

Mode Gelap

Daerah · 14 Jun 2024 08:27 WIB

Pemkab Tanggamus dan PGE-Area Ulu Belu Gelar Restorasi Lahan Kritis di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

badge-check

Jurnalis


Pemkab Tanggamus dan PGE-Area Ulu Belu Gelar Restorasi Lahan Kritis di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Perbesar

Tanggamus, www.lampungheadlines.com – Pemkab Tanggamus bersama bersama PT. PGE-Area Ulu Belu menggelar restorasi lahan kritis dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024, yang bertempat di KUPS Margo Rukun Bestari, Pekon Ngarip Kecamatan setempat. Rabu, 12/06/2024.

 

Dalam sambutannya Kepala dinas Lingkungan Hidup Tanggamus Kemas Amin Yusfi, yang mewakili PJ Bupati Tanggamus menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga, memulihkan, melestarikan alam lingkungan, karena sebagai manusia harus menyelamatkan bumi dari tangan sesamanya sendiri. Sebab tak disadari dari tangan manusia kelestarian bumi bisa terwujud. Setiap manusia bisa membuat perubahan. Saatnya untuk kembali ke alam, beraksi dan menyebar inspirasi untuk menyelamatkan lingkungan.

 

” Untuk itu, Pemkab menyampaikan apresiasi kepada PT. Pertamina Geothermal Energy – Area Ulu Belu, dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun Bestari Pekon Ngarip Kecamatan Ulu Belu, yang telah mempersiapkan dan berpartisipasi dalam kegiatan restorasi lahan yang masih dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang bertemakan “Restorasi lahan, penggurunan, dan ketahanan terhadap kekeringan,” ucap Kemas.

Lanjutnya, restorasi lahan merupakan langkah proaktif untuk melindungi dan menghidupkan kembali ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi alami ekosistem, meningkatkan produktivitas tanah, serta menjaga keanekaragaman hayati. Hal ini merupakan upaya dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah dicanangkan oleh PBB. Dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pihak-pihak lainnya, sehingga penanaman pohon dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai lokasi.

 

Mengingat bahwa Kabupaten Kabupaten Tanggamus memiliki kenampakan alam yang cukup kompleks, terutama Pekon Ngarip dan Datarajan dengan kontur wilayah yang memiliki kemiringan lereng 8% – 15% dan 26%-40%, dimana pohon memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, juga sebagai penahan tanah yang penting dalam pencegahan bencana tanah longsor. Kelestarian lingkungan hidup di kabupaten kita juga sangat vital, khususnya bagi ketersediaan sumber daya air bagi daerah atau kabupaten lain di sekitarnya, karena secara topografi Kabupaten kita berada di Kawasan Tangkapan Air (Water Catchmen Area) yang luas.

 

Bencana tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Ulu Belu pada beberapa waktu yang lalu, sudah seyogyanya menjadi pengingat bagi semua bahwa bagaimana caranya memperlakukan alam perlu dikoreksi kembali dan kita lakukan perbaikan setelahnya.

 

” Seperti kita ketahui kopi merupakan komoditas utama dari Kecamatan Ulu Belu, dan program Perhutanan Sosial di wilayah kerja UPTD KPH Batu TegiRegister 30 telah memberikan kontribusi bagi kesejahteraan petani kopi di Kecamatan Ulu Belu,”tambahnya.

 

Pemerintah Daerah sangat berharap pengembangan Perkebunan kopi juga harus tetap memperhatikan konservasi air dan lahan. Penanaman pohon kayu diantara tanaman pertanian/Perkebunan harus dilakukan, penanaman kopi memang memiliki akar tunggang, dan dapat berakar lebih dalam pada tanah normal, tetapi 90% dari perakaran tanaman kopi berada pada lapisan tanah di atas 30 cm, oleh karenanya penanaman pohon kayu baik itu jenis kayu MPTS (Multi Purpose Tree Species/tanaman pohon bermanfaat ganda), maupun jenis lainnya.

 

Yang memiliki perakaran yang mampu mengikat tanah dengan kuat penting untuk dilakukan, skema-skema semacam ini atau yang di kenal dengan istilah agroforestri atau wanatani telah diperkenalkan dan diprogramkan oleh Penyuluh Kehutanan dan jajaran lainnya dari UPTD KPH Batu Tegi, sehingga yang perlu digugah dan dijaga adalah kesadaran kita bersama, masyarakat, dan para anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial. Sinergitas semacam ini, antara korporasi, masyarakat, dan pemerintah juga perlu ditingkatkan dan disebar luaskan, dan semoga momentum ini juga bisa menjadi pemantik keinginan baik dari berbagai pihak yang lain untuk turut serta berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam Kabupaten Tanggamus.

 

” Saat kita menanam pohon, berati kita sedang menanam do’a, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang. Dan kita semua sudah melihat sendiri apa akibatnya bila kita tidak merawat alam dengan semestinya. Oleh karena itu mari kita berikan upaya yang terbaik untuk melestarikan alam, agar alam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,”tandas Kadis LH Tanggamus tersebut. (Rd)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Desa Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ajak Masyarakat Jadi Garda Terdepan Awasi Pemilu 2024

6 Juli 2024 - 14:05 WIB

Dilantik, 24 Petugas Pantarlih Kuripan Siap Coklit Pilkada

25 Juni 2024 - 12:14 WIB

PJ Bupati Buka Konsultasi Publik KLHS RTRW Kabupaten Tanggamus 2024-2044

20 Juni 2024 - 14:24 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Tanggamus Laksanakan Tanam Pohon di Pugung

15 Juni 2024 - 09:48 WIB

Oknum ASN Kesbangpol Provinsi Lampung dipolisikan, akibat aniaya pasutri.

11 Juni 2024 - 21:18 WIB

Pemkab Tanggamus Bangun Dua Unit Jembatan Penghubung Antar Pekon Dalam Kecamatan

10 Juni 2024 - 08:00 WIB

Trending di Advetorial