Menu

Mode Gelap

Bisnis · 11 Mar 2022 08:34 WIB

Potensi Budidaya Belut Menjanjikan, Pokdakan Mufakat Jejama Harapkan Bantuan Dari Dinas Perikanan Tanggamus

badge-check

Jurnalis


Potensi Budidaya Belut Menjanjikan, Pokdakan Mufakat Jejama Harapkan Bantuan Dari Dinas Perikanan Tanggamus Perbesar

 

Tanggamus, Lampungheadlines.com – Masyarakat Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Mufakat Jejama Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo, terus konsisten dalam mengembangkan serta pembesaran ikan jenis air tawar khususnya belut, sebab dinilai budidaya belut cukup menjanjikan peluang usaha dan belum banyak diketahui oleh masyarakat di Kabupaten Tanggamus. Kamis, 10/03/2022.

Kelompok masyarakat Pembudidaya Ikan yang diberi nama ” Mufakat Jejama” atau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Musyawarah Bersama, yang diketuai oleh Herwan, sekretaris Syahrizal Saleh dan bendahara Supriyadi serta para anggota lainnya yang berjumlah 10 orang. Dan Pokdakan ini pun telah terdaftar di dinas Perikanan Tanggamus, dengan nomor registrasi 1.1.18.06.03.1221.0122, selain itu juga telah memiliki akte notaris (badan hukum) yang lengkap dari kantor pejabat notaris.

Kemudian, terbentuknya Pokdakan Mufakat Jejama tersebut, atas dasar inisiatif dari Herwan dengan para warga lainnya, dengan melihat potensi dari lahan-lahan kosong tak terpakai, dan bertujuan agar dapat membuka peluang usaha di masyarakat Pekon serta untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan sekaligus sebagai motor penggerak awal, sebagai contoh guna mengajak masyarakat di Pekon Bandar Kejadian maupun masyarakat di pekon-pekon lainnya, sebagai peluang usaha bersama.

” Dalam kelompok ini, selain belajar dalam mengasah kemampuan dan pengetahuan, kita juga dapat belajar tentang tata cara dalam budidaya ikan air tawar, selain itu fokus utama kita adalah mengembangkan budidaya belut, yang jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya, peluang usaha belut ini sangat menjanjikan, selain mudah untuk di budidayakan, nilai gizi pada kandungan daging belut sangat tinggi, bahkan dalam segi pemasarannya ketika panen cukup banyak peminatnya,”Ucap Herwan.

Masih kata Herwan, ia bersama warga yang tergabung dalam Pokdakan ini, selain fokus utama membudidayakan belut, juga beberapa jenis ikan air tawar seperti, ikan Gabus dan ikan Nila, sedangkan metode yang mereka gunakan dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong tak terpakai, ada beberapa kolam kecil tak terpakai yang oleh mereka kembali difungsikan, Selain kolam tersebut, wadah untuk pembesaran belut lainnya dengan menggunakan kolam terpal. Akan tetapi hasilnya tidak akan kalah dengan budidaya belut yang dilakukan dengan kolam tembok. Asalkan dalam pembuatan kolam terpal dan cara budidaya tersebut, pelaku usaha tahu pasti akan prosedurnya yang benar.

Dan mengapa peralatan yang digunakan oleh Pokdakan Mufakat Jejama untuk budidaya belut pun masih cukup sederhana, Herwan mengakui banyak sekali kekurangan dalam mengembangkan budidaya ikan dan belut ini, salah satu faktor yang mempengaruhi karena keterbatasan dana di dalam kelompok tersebut, yang dimana hingga kini masih dilakukan secara swadaya. Namun ia bersama kelompoknya sangat optimis atas kerja keras bersama, hasil yang akan diperoleh tidak akan kalah dengan budidaya belut yang dilakukan dengan kolam tembok. Asalkan dalam pembuatan kolam terpal serta cara budidaya tersebut dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

” Masyarakat di dalam Pokdakan Mufakat Jejama ini masih baru, kami telah berjalan belum genap sampai satu tahun ini, dan beberapa bulan terakhir ini, kami telah diberikan pendampingan oleh penyuluh dari Dinas Perikanan Tanggamus, yang telah banyak membantu memberikan ilmu serta membina secara administrasi Pokdakan kami tentang budidaya belut dan ikan air tawar, salah satunya supaya Pokdakan Mufakat Jejama bisa terdaftar serta dapat diakui secara resmi di dinas Perikanan Tanggamus,”kata Herwan yang diamini oleh pengurus dan anggota Pokdakan lainnya.

” Kami di Pokdakan Mufakat Jejama mengelola kurang lebih 10 kolam, dengan rata-rata ukuran lahan kolam tak begitu luas, untuk kolam terpal ada sebanyak 5 bidang sedangkan sisanya merupakan kolam tembok, serta untuk pengembangan pembuatan kolam baru, lahan yang tersedia masih ada beberapa yang bisa untuk di manfaatkan,” jelasnya lagi.

Secara kompak, Masyarakat Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mufakat Jejama, berharap kepada Pemkab Tanggamus melalui Dinas Perikanan setempat, agar sekiranya dapat membantu Pokdakan Mufakat Jejama di Pekon Bandar Kejadian, khususnya bantuan dalam membudidayakan belut dan Ikan, berupa benih, pakan, maupun Terpal untuk pembuatan kolam baru, sebab masih banyak lahan kosong milik masyarakat yang tergabung di Pokdakan Mufakat Jejama yang bisa di manfaatkan untuk pembuatan kolam terpal baru.

” Kami berharap adanya bantuan dari Dinas terkait, yang bisa membantu dalam meningkatkan dan mengembangkan Pokdakan Mufakat Jejama ini, dalam membudidayakan belut dan ikan air tawar, sebab kami pun memiliki banyak keterbatasan dari segi biaya. Selain itu kami juga sangat mengharapkan apabila ada edukasi setiap kegiatan sosialisasi, pembinaan dan pelatihan terkait budidaya belut dan ikan, semua itu sangat kami butuhkan, guna meningkatkan pengetahuan pengurus di POKDAKAN Mufakat Jejama agar lebih baik lagi, serta supaya bisa dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat di Pekon lainnya,” Tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 255 kali

Baca Lainnya

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Tanggamus Laksanakan Tanam Pohon di Pugung

15 Juni 2024 - 09:48 WIB

Pemkab Tanggamus dan PGE-Area Ulu Belu Gelar Restorasi Lahan Kritis di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

14 Juni 2024 - 08:27 WIB

Oknum ASN Kesbangpol Provinsi Lampung dipolisikan, akibat aniaya pasutri.

11 Juni 2024 - 21:18 WIB

Pemkab Tanggamus Bangun Dua Unit Jembatan Penghubung Antar Pekon Dalam Kecamatan

10 Juni 2024 - 08:00 WIB

MPAL Lampung, dukung penuh pelaporan terhadap MPAL Pesawaran ke APH oleh para Tokoh Adat

9 Juni 2024 - 11:44 WIB

Miris MPAL Pesawaran yang harusnya jadi contoh Lembaga resmi, justru diduga Abal-abal. Kesbangpol Kecolongan.

8 Juni 2024 - 10:09 WIB

Trending di Daerah