Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 20 Jun 2023 22:28 WIB

Tanggamus Darurat Narkoba! BNNK Gelar Rakor Perdana Bersama Tim Terpadu P4GN

badge-check

Jurnalis


Tanggamus Darurat Narkoba! BNNK Gelar Rakor Perdana Bersama Tim Terpadu P4GN Perbesar

Tanggamus, www.lampungheadlines.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus, menggelar rakor tim terpadu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) Tanggamus, membahas terkait dengan Kabupaten Tanggamus tanggap ancaman narkoba untuk mewujudkan Tanggamus bersinar. Bertempat di Aula Serumpun Padi, Gisting. Selasa, 20/06/2023.

Dalam sambutannya Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menyampaikan, bahwa di kabupaten Tanggamus perlu kerjasama dari setiap stakeholder guna menekan peredaran gelap narkoba, untuk itu dalam kegiatan ini diharap semua bisa memberikan saran dan langkah-langkah kedepannya serta dampak dari ancaman narkoba tersebut bisa diatasi bersama-sama.

Sebab, yang harus di waspadai bersama ialah peredaran narkoba tak lagi memilih tempat, saat ini sudah masuk ruang publik bahkan di sekolah – sekolah, bahkan ada yang di kemas dalam bentuk permen, apabila dikonsumsi anak-anak bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, untuk itu kita harus selalu waspada serta peduli terhadap lingkungan sekitar khususnya di dalam keluarga masing-masing.

” Ini memang bukan pekerjaan mudah bagi kita, baru-baru ini salah satu oknum kakon tertangkap tangan dan di duga kuat sebagai pengedar dengan barang bukti sebanyak puluhan kilogram narkoba jenis Sabu, ini menjadi barometer kita betapa narkoba ini telah merajalela. Apabila dibiarkan kita akan kehilangan para generasi muda, mempengaruhi kualitas dan produktivitas generasi yang akan datang, untuk itu respon kita terhadap masalah ini jangan lagi di tunda-tunda, harus cepat, tepat dan hebat,”ungkap Bunda Dewi.

Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra turut menambahkan, menurut data perhari jumlah tahanan di polres Tanggamus sebanyak 101 orang tersebar di polsek-polsek, diantaranya 54 orang tersebut merupakan kasus narkoba, dalam perkembangan sepanjang tahun 2022 yang di tangani polres 120 kasus, sampai hari ini pertanggal 20 Juni telah di tangani 81 kasus narkoba, artinya ada peningkatan jumlah yang signifikan kasus narkoba di kabupaten Tanggamus.

“Kita harus saling bahu-membahu, bekerjasama saling berkolaborasi dalam melakukan edukasi, menekan dan melakukan pencegahan peredaran narkoba, serta turut melibatkan lembaga keagamaan seperti kemenag, organisasi FKUB untuk memberikan pengetahuan agama (iman dan taqwa) sebagai benteng pertahanan dari narkoba,”jelas Kapolres Tanggamus tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala Kajari Tanggamus Yunardi, bahwa segala macam aksi kriminalitas yang terjadi, setelah di telusuri perkara yang masuk di kejaksaan Negeri 70 persen sebagian besar akibat pengaruh besar dari narkotika mulai dari jenis Sabu, Ganja, Extasi, dan lain sebagainya. Kabupaten Tanggamus sangat mendominasi permasalahan narkoba dan ini sangat mengkhawatirkan.

” Untuk itu kita berupaya dengan dimulai dari keluarga terdekat/keluarga dan lingkungan sekitar kita, mulai dari tingkat RT, RW serta Pekon, diharapkan kedepannya kepada bupati Tanggamus, ketua DPRD , kepala BNNK dan lainnya, bagaimana kita menyikapi ini, apa langkah-langkah khusus dan strategi kedepannya dalam mencegah sedini mungkin peredaran narkoba di wilayah kabupaten Tanggamus,”tandas Yunardi.

Menurut Kepala BNNK Tanggamus Dr. Bentonius Silitonga, ini merupakan langkah baik, tim terpadu P4GN yang dibentuk pada tahun 2021 diketuai oleh Bupati Tanggamus, hari ini mengadakan rapat perdana peredaran gelap narkotika yang semakin marak di Kabupaten Tanggamus, hasil rapat banyak poin-poin yang di dapatkan, telah banyak kebijakan dibuat, namun diperlukan saat ini ialah keseriusan dan komitmen bersama dari tim terpadu P4GN, kedepan tim akan melakukan razia bersama, dan di harapkan keseriusan kepala OPD agar mensukseskan disetiap instansi masing-masing, sesuai dengan instruksi presiden nomor 02 tahun 2020 dan peraturan menteri dalam negeri 12 tahun 2019.

” Juga turut dilakukan sosialisasi secara masif dan terstruktur, bagaimana semua pihak terkait secara bersama-sama mensosialisasikan bahaya narkoba melalui kekuatan ketahan keluarga, ini sama dengan kita mempunyai anti bodi dari narkotika. Ada 4 poin strategi yang harus kita lakukan bersama, salah satunya adalah pendekatan secara keras dan tegas terhadap bandar dan jaringannya, lalu sosialisasi dan melakukan upaya deteksi dini kepada terduga pengguna narkoba, dan Pemberdayaan masyarakat. Saya mengimbau kepada masyarakat agar jaga diri, keluarga serta lingkungan, sebab ketahanan keluarga berawal dari pendidikan dalam keluarga sendiri, bagaiman kita diajarkan beribadah solat tepat waktu bagi mereka yang muslim, dan agama lain seperti Nasrani dengan pergi ke gereja seraya berdoa, apabila benteng keluarga sudah kuat mudah-mudahan bisa mencegah hal-hal terkait narkotika,”tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Pemkab Tanggamus Bangun Dua Unit Jembatan Penghubung Antar Pekon Dalam Kecamatan

10 Juni 2024 - 08:00 WIB

Masyarakat Tanggamus Kecewa,Penerimaan Panwaslu Kecamatan Diduga Ada Main Mata

24 Mei 2024 - 22:08 WIB

Azuwansyah Kembalikan Berkas Formulir Pendaftaran Bacawabup di DPC PPP Tanggamus

24 Mei 2024 - 21:30 WIB

Kunjungi DPC PKB, Dewi Handajani Serahkan Berkas Pendaftaran Bacabup Tanggamus

8 Mei 2024 - 17:04 WIB

Kemenhub Kunjungi Dermaga Batu Balai, di Dukung Gubernur, Dishub Tanggamus: Yakin Segera Beroperasi

8 Mei 2024 - 16:58 WIB

Pastikan Kesehatan dan Keselamatan Petugas Pemilu, Diskes Tanggamus Bentuk P3K

7 Mei 2024 - 21:59 WIB

Trending di Daerah