Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Jul 2022 20:03 WIB

STIT Pringsewu Gelar Seminar Pemberdayaan Potensi Siswa

badge-check

Jurnalis


STIT Pringsewu Gelar Seminar Pemberdayaan Potensi Siswa Perbesar

Keterangan: Istimewa. (sumber foto: NB)

Pringsewu, www.lampungheadlines.com – Menandai dimulainya kegiatan akademik Program Studi S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), STIT Pringsewu mengadakan Seminar Pendidikan mengangkat tema Memberdayakan Potensi Siswa dalam Pembelajaran, Sabtu (23/7/22).

Seminar di aula kampus setempat itu dilakukan secara offline dan online, diikuti lebih dari tiga ratus peserta. Peserta online mengikuti seminar melalui aplikasi zoom dan kanal youtube. Narasumber dalam seminar ini Dr. Joko Sutrisno AB., M.Pd., Ketua Dewan Pakar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung.

Pendiri Yayasan Pendidikan Startech Dr. H. Fauzi, M.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A., saat membuka seminar mengatakan, di era kemajuan teknologi dan dampak pandemi Covid-19, mengubah berbagai cara belajar dan kebiasaan belajar.

“Penggunaan teknologi informasi untuk mendukung pembelajaran saat ini sangat dibutuhkan, tetapi model tatap muka tidak bisa ditinggalkan sepenuhnya. Sebab, kalau sumber belajar saat ini sudah tersedia banyak dalam berbagai paltform teknologi, misalnya google,” ujarnya.

Dengan teknologi informasi, lanjut Dr. H. Fauzi, dapat memperluas akses belajar bagi setiap orang dari berbagai wilayah. Apalagi, secara geografis, Indonesia sangat luas dan merupakan negara kepulauan.

Sementara itu, Ketua STIT Pringsewu Dwi Rohmadi Mustofa, M.Pd. mengatakan, STIT Pringsewu berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah, sehingga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan.

“Sebagai perguruan tinggi yang mengemban amanah mendidik generasi muda, STIT Pringsewu memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan, meningkatkan kualitas dan kompetensi diri,” tuturnya.

Dr. Joko Sutrisno dalam paparannya menguraikan, hal yang paling mendasar bagi seorang pendidik adalah rasa tanggung jawab. “Menjadi guru harus memiliki rasa tanggung jawab, sebagai panggilan jiwa. Bahwa peserta didik adalah subyek belajar yang merupakan aset masa depan bangsa,” ucapnya.

Guru harus memenuhi kualifikasi, kompetensi, dan profesionalisme. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah guru harus bermutu. Menjadi guru, kata Joko Sutrisno, harus bertanggung jawab melaksanakan tugas sebagai pendidik.

“Bukan hanya sekadar menggurkan tugas mengajar. Guru itu harus memiliki kesadaran bahwa pendidikan adalah upaya sadar membentuk peserta didik menjadi pribadi yang seutuhnya,” kata Alumnus S3 Universitas Negeri Jakarta ini.

Wakil Ketua II STKIP PGRI Bandar Lampung ini menambahkan, guru juga harus memiliki kemampuan penggunaan metode dan pendekatan yang bervariasi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dalam belajar, siswa harus mendapat pengalaman belajar yang bermakna, mampu memadukan semangat kemandirian dan kerjasama.

Keterlibatan siswa dalam belajar, juga penting, namun bukan berarti guru membiarkan siswa belajar sendiri. “Guru sebagai fasilitator belajar juga harus pandai memadukan berbagai metode pembelajaran,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

DPRD Tanggamus Gelar Paripurna, Empat Raperda Ditetapkan Jadi Perda

28 Maret 2024 - 12:29 WIB

Gubernur Lampung Kunker Ke Tanggamus, Resmikan Operasi Pasar Murah dan Bagikan Bantuan Bagi Masyarakat

26 Maret 2024 - 09:52 WIB

MAHUSA DAN WALHI GERAK AKSI TANAM 1000 BIBIT MANGROVE PULIHKAN KOTA BANDAR LAMPUNG

17 Maret 2024 - 22:47 WIB

Baznas Serahkan Bantuan 1 Unit Motor Untuk Tukang Kopi Keliling

8 Maret 2024 - 16:35 WIB

Pemkab Tanggamus Gelar Bazar Pasar Murah, Diskoperindag: Masyarakat Cukup Antusias

8 Maret 2024 - 09:21 WIB

KPU Pesawaran jadwalkan Pleno tingkat Kabupaten 3 hari, Sekretaris KPU : Bisa dilihat secara Live streaming dichanel resmi KPU Pesawaran.

29 Februari 2024 - 14:24 WIB

Trending di Daerah